Senin, 26 Oktober 2015

AKTIVITAS FISIK DAN PERFORMA OLAHRAGA


BAB I
PENDAHULUAN

Aktivitas fisik adalah pergerakan anggota tubuh yang menyebabkan pengeluaran tenaga secara sederhana yang sangat penting bagi pemeliharaan fisik, mental, dan kualitas hidup sehat ( webmaster @ promosi kesehatan.com : 04 oktober 2005). Beberapa pakar mempunyai pengertian tentang aktivitas fisik, antara lain menurut Sunita Almatsier (2003 : 144) mengatakan bahwa aktivitas fisik dapat didefinisikan sebagai gerakan fisik yang dilakukan oleh otot dan sistem penunjangnya. Menurut Dedi Subardja ( 2004 : 50) aktivitas fisik dapat didefinisikan sebagai gerakan fisik sebagai suatu akibat dari konstraksi otot skelet. Aktivitas fisik merupakan kegiatan yang hampir disetiap waktunya dilakukan manusia. Dalam aktifitas fisik terdapat unsur – unsur yang mungkin tidak diketahui manusia pada kegunaanya dan jenisnya. Persepsi dari setiap orang setiap tubuh bergerak merupakan aktifitas fisik, dan pengertian itu disamakan dengan olahraga. Padahal dalam aktivitas fisik terdapat banyak macam – macam tujuan dari aktifitas fisik tersebut. Setiap aktifitas fisik mempunyai tujuan yang berbeda – beda pula. Di kehidupan sehari – hari aktifitas fisik mempunyai peran penting dalam pencapaian tujuan. Seluruh orang melakukan aktifitas fisik untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Tanpa ada aktifitas fisik maka manusia tidak mampu berkarya dalam menjalani kehidupannya.
Setiap manusia dalam tiap harinya selalu melakukan aktifitas fisik. Namun hal yang membedakan antar aktifitas fisik adalah pelaksanaanya dan tujuan dari aktifitas fisik tersebut. Dalam kehidupan sehari – hari aktifitas fisik dapat memberikan tujuan sebagai gerak tubuh. Dimana gerak tubuh sendiri dapat dibedakan gerak karya dan gerak olahraga. Gerak karya tidaklah terprogram dan tidak terukur, namun gerak olahraga terprogram, terencana dan terukur. Gerak olah raga sendiri mempunya tujuan atau fungsi yang salah satunya olahraga kompetitif dimana didalamnya terdapat unsur prestasi dan performa. Sedangkan untuk gerak karya hanya sebagai gerak yang dilakukan manusia sehari – hari untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.


BAB II
PEMBAHASAN

1.      PENGERTIAN AKTIFITAS FISIK (OLAHRAGA) DAN PERFORMA

Aktivitas fisik adalah pergerakan anggota tubuh yang menyebabkan pengeluaran tenaga yang sangat penting bagi pemeliharaan kualitas hidup agar tetap sehat dan bugar. Dalam kehidupan sehari – hari setiap orang (individu) melakukan berbagai aktifitas fisik dimana sebagian aktifitas tersebut telah menjadi rutinitas kesehariannya. Beberapa pakar mempunyai pengertian tentang aktivitas fisik, antara lain menurut Sunita Almatsier (2003 : 144) mengatakan bahwa aktivitas fisik dapat didefinisikan sebagai gerakan fisik yang dilakukan oleh otot dan sistem penunjangnya. Menurut Dedi Subardja ( 2004 : 50) aktivitas fisik dapat didefinisikan sebagai gerakan fisik sebagai suatu akibat dari konstraksi otot skelet. Dalam setiap aktifitas fisik akan meningkatkan pengeluaran tenaga dan energi (pembakaran kalori) untuk pencapaian suatu tujuan tertentu. Misalnya berjalan, mencuci, olahraga, bersepeda, memasak, menyapu lantai dan masih banyak lagi aktifitas fisik yang dilakukan sehari – hari. Dari beberapa pengertian yang dikemukakan aktivitas fisik merupakan suatu kondisi yang memerlukan tingkatan gerakan yang berbeda sesuai dengan kebutuhan energi yang dikeluarkan, sehingga kalori per jam akan berkurang tergantung tingkat aktivitasnya.
Dalam melakukan aktifitas fisik walaupun mengeluarkan tenaga dan energi mempunyai manfaat yang dapat dilihat dari segi fisik dan psikologis. Dengan pelaksanaan aktifitas fisik yang teratur selama sekurang – kurangnya 30 menit dan dilaksanakan dengan benar, maka aktifitas fisik dapat memberikan segi positif dalam kehidupan manusia. Manfaat dari aktifitas fisik adalah dibawah ini:
1.      Manfaat Fisik/ Biologis
a.       Menjaga tekanan darah agar stabil dalam batas normal
b.      Meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit
c.       Menjaga berat badan yang ideal
d.      Menguatkan tulang dan otot
e.       Meningkatkan kelenturan tubuh
f.       Meningkatkan kebugaran tubuh
2.      Manfaat Psikis/ Mental
a.       Mengurangi stress
b.      Meningkatkan rasa percaya diri
c.       Membangun rasa sportifitas
d.      Memupuk tanggung jawab
e.       Membangun kesetiakawanan sosial
Salah satu dari aktifitas fisik yang memberikan kontribusi yang cukup besar dalam menjaga kebugaran adalah olahraga. Olahraga termasuk dalam aktifitas fisik yang mampu memberi sumbangan yang cukup besar dari segi kesehatan, kebugaran, dan psikologis jika dilakukan dengan benar dan sesuai dengan prosedur latihan. Dibawah ini cara melakukan aktifitas fisik dengan benar adalah:
1.      Lakukan aktivitas fisik sebelum makan atau 2 jam setelah makan.
2.      Awali aktivitas fisik dengan pemanasan dan peregangan.
3.      Lakukan gerakan ringan dan secara perlahan ditingkatkan sampai sedang.
4.      Jika sudah terbiasa dengan aktivitas tersebut, frekuensi dan intensitasnya dapat   ditambah atau ditingkatkan.
5.      Lakukan secara bertahap hingga mencapai 30 menit. Jika belum terbiasa dapat dimulai dengan beberapa menit setiap hari dan ditingkatkan secara bertahap.
Olahraga adalah suatu bentuk aktivitas fisik yang terencana dan terstruktur, yang melibatkan gerakan tubuh berulang-ulang dan ditujukan untuk meningkatkan kebugaran jasmani. (http://dinkes-sulsel.go.id/new/images/pdf/panduan-kesehatan-olahraga.pdf). Sebenarnya olahraga mempunyai pengertian yang sangat banyak. Tergantung dari tujuan utama pelaksanaan olahraga itu sendiri. Menurut KDI Keolahragaan (2000) dilihat dari tujuan dan kegiatannya olahraga dapat diidentifikasi sebagai berikut:
·         Olahraga pendidikan
·         Olahraga kesehatan
·         Olahraga rekreatif
·         Olahraga rehabilitatif
·         Olahraga kompetitif
Olahraga itu sendiri pada hakikatnya bersifat netral dan natural, namun masyarakatlah yang kemudian membentuk dan memberi arti terhadapnya. Sesuai dengan fungsi dan tujuannya, olahraga dapat dirinci sebagai berikut.
·         Olahraga pendidikan adalah proses pembinaan menekankan penguasaan keterampilan dan ketangkasan berolahraga termasuk juga pembinaan nilai-nilai kependidikan melalui pembekalan pengalaman yang lengkap sehingga yang terjadi adalah proses sosialisasi melalui dan ke dalam olahraga.
·         Olahraga kesehatan adalah jenis kegiatan olahraga yang lebih menitikberatkan pada upaya mencapai tujuan kesehatan dan fitnes yang tercakup dalam konsep well-being melalui kegiatan olahraga.
·         Olahraga rekreatif adalah jenis kegiatan olahraga yang menekankan pencapaian tujuan yang bersifat rekreatif atau manfaat dari aspek jasmaniah dan sosial-psikologis.
·         Olahraga rehabilitatif adalah jenis kegiatan olahraga, atau latihan jasmani yang menekankan tujuan yang bersifat terapi atau aspek psikis dari perilaku.
·         Olahraga kompetitif adalah jenis kegiatan olahraga yang menitikberatkan peragaan performa dan pencapaian prestasi maksimal yang biasanya dikelola oleh organisasi olahraga formal, baik nasional maupun internasional (KDI Keolahragaan, 2000: 10-11).
Karena karakteristik olahraga semakin kompleks, selain mengandung muatan bio-psiko-sosio-kutural-antropologis dan juga teknologis (techno-sport) serta respon lingkungan (eco-sport), maka amat sukar menetapkan sebuah batasan. Namun demikian dapat diidentifikasi ciri yang bersifat umum (common denominator) sebagai berikut:
1.      Olahraga merupakan subsistem dari bermain: pelaksanaan secara sukareka tanpa paksaan;
2.      Olahraga berorientasi pada dimensi fisikal: kegiatan itu merupakan peragaan keterampilan fisik;
3.      Olahraga merupakan kegiatan riil, bukan ilusi atau imajinasi;
4.      Olahraga, terutama olahraga kompetitif, menekankan aspek performa dan prestasi sehingga di dalamnya terlibat unsur perjuangan, kesungguhan, dan faktor surprise sebagai lawan dari faktor untung-untungan sehingga performa itu dicapai melalui usaha pribadi;
5.      Olahraga berlangsung dalam suasana hubungan sosial dan bersifat kemanusiaan, bukan membangkitkan naluri rendah, bahkan justru membangun solidaritas;
6.      Olahraga harus bermuara pada upaya untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan total (wellness) (KDI Keolahragaan, 2000: 11-12).


2.      HUBUNGAN AKTIFITAS FISIK TERHADAP PEFORMA

Hubungan antara aktifitas fisik dan performa adalah aktifitas fisik yang disini dengan kata lain olahraga memberikan sumbangan yang besar dalam performa manusia. Walaupun dengan proses latihan yang akan memberikan aktifitas fisik tersebut menuju performa yang diharapkan. Dengan kata lain aktifitas fisik mempunyai peran dalam setiap performa manusia diberbagai bidangnya. Aktifitas fisik memberikan peran pada performa manusia dalam kehidupan sehari – hari dan cabang olahraga. dalam kehidupan sehari – hari keuntungan melakukan aktifitas fisik secara teratur adalah:
1.      Terhindar dari penyakit jantung, stroke, osteoporosis, kanker, tekanan darah tinggi, kencing manis, dan lain-lain.
2.      Berat badan terkendali.
3.      Otot lebih lentur dan tulang lebih kuat.
4.      Bentuk tubuh menjadi ideal dan proporsional.
5.      Lebih percaya diri.
6.      Lebih bertenaga dan bugar.
7.       Secara keseluruhan keadaan kesehatan menjadi lebih baik
Sedangkan dalam bidang olahraga terutama dalam olahraga kompetitif yang menekankan aspek performa dan prestasi, maka terdapat unsur perjuangan, dan faktor surprise, sebagai lawan dari faktor untung – untungan sehingga performa itu dicapai melalui usaha pribadi. Maka olahraga yang mengandung unsur kompetitif dalam pencapaian suatu performa yang diharapkan olaharaga (aktifitas fisik) tidak semata – mata bisa diwujudkan. Hal tersebut diperlukan proses perubahan dan pembentukan tubuh agar bisa memberikan performa yang diinginkan. Dalam hal ini maka prinsip latihan dan aspek – aspek latihan yang memberikan peran dalam mewujudkan performa yang diinginkan. Olahraga kompetitif mempunyai unsur perjuangan didalamnya, dengan kata lain untuk mencapai tujuan yang diharapkan diperlukan tahap – tahap dan harus dilakukan secara sungguh – sungguh agara tercapai tujuan tersebut. Untuk atlet diperlukan latihan yang terprogram sesuai dengan prinsip – prinsip latihan untuk mencapai prestasi puncak. Dalam hal ini pelatih sangat berperan penting dalam proses latihan. Disamping sebagai motivator pelatih juga berperan sebagai supir yang mengantarkan atlet menuju terminal prestasi puncak. Pelatih, seperti telah disinggung di atas, bukan sekedar instruktur olahraga yang memberitahukan atlet cara – cara untuk melakukan gerakan tertentu dala olahraga. Pelatih juga merupakan tokoh panutan, guru, pembimbing, pendidik, pemimpin, bahkan tak jarang menjadi tokoh model bagi atletnya. Pelatih sendiri juga mungkin meniru gaya pelatih lain atau pelatih senior yang melatih dirinya. Ada pepatah asing yang mengatakan "monkey see, monkey do", artinya apa yang dilihat, itulah yang dikerjakan.
Akan tetapi bagi atlit-atlit yang tidak berkompetensi, olahraga melebihi takaran yang dianjurkan tidak akan banyak bermanfaat, bahkan memungkinkan terjadinya hal- hal yang tidak diinginkan seperti cedera. Karena olahraga yang bermanfaat jika memenuhi takaran yang sesuai dengan:
1.      Intensitas
Intensitas latihan adalah kerasnya latihan yang dilakukan, khususnya latihan yang bersifat aerobik. Takaran intensitas latihan adalah yang paling penting harus dipenuhi. Intensitas latihan dapat dilakukan dengan menghitung denyut nadi. Saat melakukan latihan olahraga, denyut nadi sedikit demi sedikit naik. Jumlah denyut permenit dapat dipakai sebagai ukuran, apakah intensitas latihan yang dilakukan cukup atau belum, atau melampaui batas kemampuan. Denyut nadi maksimal (DNM) yang boleh dicapai pada waktu melakukan olahraga adalah 220- umur (dalam tahun). Intensitas latihan pada olahraga kesehatan harus dapat mencapai denyut denyut nadi antara 60-80% dari DNM. Latihan dilakukan sampai berkeringat dan bernapas dalam, tanpa timbul sesak napas atau timbul keluhan seperti nyeri dada, pusing (Giam,Teh, 1992).
2.      Lamanya latihan
Lamanya latihan merupakan hal yang perlu diperhatikan, Jika intensitas latihan lebih tinggi maka waktu latihan dapat lebih pendek, Sebaliknya jika intensitas latihan lebih kecil maka waktu latihan harus lebih lama. Takaran lamanya latihan untuk olahraga kesehatan antara 20-30 menit dalam zone latihan, lebih lama lebih baik. Latihan-latihan tidak akan efisien, atau kurang membuahkan hasil, jika kurang dari takaran tersebut.
3.      Frekuensi latihan
Frekuensi latihan berhubungan erat dengan intensitas latihan dan lama latihan. Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa latihan paling sedikit tiga hari perminggu, baik untuk olahraga kesehatan maupun olahraga prestasi. Hal ini disebabkan ketahanan seseorang akan menurun setelah 48 jam tidak melakukan latihan. Jadi, diusahakan sebelum ketahanan menurun harus sudah berlatih lagi.
Dalam penampilan olahraga (performance) aspek – aspek yang berpengaruh bukan hanya lama dan tidaknya latihan. Dalam latihan didalamnya terdapat kualitas, kuantitas, dan banyak lagi yang dapat mempengaruhi kinerja tubuh maupun hasil latihan tersebut. Menurut teori latihan prestasi tidak dapat dicapai melalui jalan pintas maupun waktu jangka pendek dan tidak bisa lepas dari peran pelatih. Untuk menuju prestasi puncak diperlukan latihan yang terprogram, terukur, berkontinyu, dan terorganisir. Untuk memperoleh prestasi yang optimal perlu disusun perencanaan program latihan yang didalamnya diselaraskan dengan periode persiapan, periode pertandingan, dan transisi. Dalam satu periode banyak faktor – faktor yang mempengaruhi kualitas latihan dan hasil latihan. Karena disetiap periodisasi sesi latihan akan dibeda – bedakan menurut tujuan dari latihan itu sendiri.
Tidak lepas dari konteks olahraga kompetitif, aktifitas jasmani juga berperan dalam performa dalam prestasi. Prestasi dalam bidang olah raga maupun prestasi dalam kehidupan sehari – hari. Mengingat manfaat olahraga sendiri yang sangat mendasar adalh membuat badan sehat. Bisa dipahami secara non konteks, jika badan kita sehat maka kegiatan yang berbentuk apa saja bisa kita lakukan. Atau jika badan kita bugar, setelah melakukan satu kegiatan badan masih dapat melakukan kegiatan yang lainnya. Hal ini sebagai dasar pengertian perforna olahraga. Setelah hal tersebut dicapai maka maka fungsi olahraga yang lainnya dapat kita pahami. Hubungan olahraga dengan performa dapat dilihat dari fungsi dan tujuan olahraga. Selain membuat badan kita sehat olahraga mampu membuat percaya diri penampilan tubuh. Pria maupun wanita sangat perlu penampilan yang proposional dalam kehidupan sehari – hari.




BAB III
KESIMPULAN

KESIMPULAN
Aktifitas fisik memberikan sumbangan yang positif dalam performa manusia dalam mencapai tujuan. Melihat dari tujuan – tujuan aktifitas fisik (olahraga) yang terdiri dari olahraga pendidikan, olahraga rekreasi, olahraga kesehatan, olaharaga rehabilitatif, dan olahraga kompetitif maka aktifitas fisik tersebut memberikan peran penting dalam pencapaian performa yang diharapkan. Dalam kehidupan sehari – hari aktifitas fisik memberikan sumbangan dalam mencapai kebutuhan dan tujuannya. Sedangkan dalam olahraga yang kompetitif, aktifitas fisik berperan untuk mencapai puncak prestasi.


DAFTAR PUSTAKA





KDI-Keolahragaan. 2000. Ilmu Keolahragaan Dan Rencana Pengembangan. Jakarta Pusat: Departemen Pendidikan Nasional.


1 komentar:

  1. AYOO SERBUU GAN MUMPUNG GRATIS DAN MURAH
    ADU BANTENG, Sabung Ayam, Sportbook, Poker, CEME, CAPSA, DOMINO, Casino
    Modal 20 rb, hasilkan jutaan rupiah
    Bonus 10% All Games Bolavada || Bonus Cashback 10% All Games Bolavada, Kecuali Poker ||
    FREEBET AND FREECHIP 2017 FOR ALL NEW MEMBER !!! Registrasi Sekarang dan Rasakan Sensasi nya!!! ONLY ON : BOLAVADA(dot)com
    BBM : D89CC515
    bandar judi
    agen terpercaya
    sabung ayam bangkok

    BalasHapus